Jumat, 23 Desember 2011

Julia Perez: Bukan Badan Saya yang Dosa!


Julia Perez: Bukan Badan Saya yang Dosa!



Kehidupan artis Julia Perez tampaknya sedang menemui masa-masa sulit yang tidak menyenangkan. Serasa hidup di negeri orang, itulah yang dirasakan Jupe, sapaan akrabnya, ketika dia harus berhadapan dengan banyak kalangan yang menolak kehadiran dirinya untuk sekedar bernyanyi menghibur masyarakat. Sederet kota seperti Bandung, Palembang, dan yang baru-baru ini adalah Malang, seolah tak memberi ampun kepada Jupe yang hanya ingin mencari silaturahmi, sekaligus memberi hiburan kepada masyarakat setempat. Jupe sendiri tak pernah merasa memberikan sebuah stimulus yang negatif saat berada di atas panggung.

Apa alasan Jupe dicekal? Apa salah Jupe? Kenapa selalu Jupe? Rentetan pertanyaan itu yang sampai saat ini selalu ada dalam pikiran Jupe. Ia tak pernah berhenti berpikir untuk mencari jawaban-jawaban yang bisa diterima logika, sehingga ia harus menanggung akibatnya, dicekal di mana-mana. Jupe kah kiblat sebuah pornografi, erotisme, dan sensualitas? Jupe ingin menumpahkan segala gundah hatinya. Ia bercerita melalui KapanLagi.com®, sesaat seusai ia manggung di kota Surabaya, kota tetangga yang baru saja mencekalnya, kota Malang, beberapa waktu lalu.

    Belakangan, Jupe sering dicekal. Kenapa?
    Biasa, yah karena saya terlihat tidak suci makanya dicekal. Mereka bilang sih goyangan saya erotis, padahal saya satu-satunya penyanyi dangdut yang gak ada goyangan sama sekali, tapi aku termasuk dikategorikan goyangannya erotis. Aku nggak pernah tuh goyangan yang aneh-aneh. Saya hadir memang dengan seksi yang elegan, tidak seksi yang porno atau gimana. Jadi ya mungkin ini pemikiran orang jaman dulu dan kebawa bawa sampai sekarang, pokoknya seksi, porno aja, padahal nggak selamanya seksi itu porno.

    Pernah berpikir kenapa sampai terjadi?
    Yang paling aneh, itu sering terjadi di dunia dangdut. Yang kedua, itu pasti aku. Kenapa harus aku? Aku nggak tahu harus bersyukur atau sebaliknya. Bersyukurnya, bahwa aku terjun di dunia entertainment ini, aku nggak pernah minta orang bilang aku seksi lho, dan kenyataannya yang lebih seksi itu banyak banget. Coba lihat model-model dengan postur badan tinggi tinggi, badannya juga lebih bagus dari pada aku. Tapi masyarakat menilainya mungkin beda ya, makanya ada yang senang mencekal aku, karena aku seksi. Mereka tidak bisa melihat seksi itu seperti apa. Seksi itu ada beberapa kategori, seksi yang sensual, jadi imajinasi laki-laki lah yang bermain. Nah di sini kan goyangan saya biasa aja, tapi orang berfikir vulgar padahal saya tampil biasa saja. Dari situlah saya berpikir, yah memang udah nasib saya kali ya.

    Saya juga sudah berpakaian tertutup, tapi kalau misalkan disuruh untuk kecilin dada kan yah nggak mungkin. Berarti itu kan udah terjadi diskriminasi terhadap badan saya, dan itu nggak boleh. Saya rasa bukan badan saya yang dosa, karena pemikiran mereka saja yang jelek. Saya pikir, kan udah lama sekali saya hidup di mana saya mendapat kebebasan, saya dididik untuk bisa menjaga iman saya supaya kuat, dan saya kan banyak pilihan, karena hidup itu memang pilihan. Saya disuruh berpakaian tertutup, saya sudah lakukan tapi masih saja saya dicekal, saya sudah nggak tahu harus apa lagi. Saya pikir mereka hanya cari kambing hitam saja, saya selalu jadi patokan untuk dicekal. Justru yang lebih parah juga banyak banget, tapi itu yang nggak diberantas.

    Kamu melihat ada yang memanfaatkan ini sebagai kepentingan pribadi/kelompok?
    Seperti ini, saya tidak mau terjerumus dalam sebuah konflik pada kelompok-kelompok tertentu, karena itu bukan kapasitas saya, dan saya pasti kalah, ujung ujungnya nggak akan ada yang bela saya. Niat saya kan di sini untuk menghibur, dan bagaimana saya bisa mengikuti peraturan dari sebuah daerah kan harusnya sudah cukup ya. Tapi kalau saya sudah melakukan apa yang mereka inginkan, tapi saya masih dicekal karena pribadi saya yang mereka anggap bermasalah, berarti saya nggak boleh nyanyi lagi, nggak boleh ngapa-ngapain lagi di Indonesia ini. Di mana hak asasi saya?

    Kamu yakin goyangan kamu masih dalam batas wajar?
    Sebenarnya dalam menari atau menyanyi itu membutuhkan untuk mengilhami sebuah cerita dari lagu. Jadi ketika saya bernyanyi tapi nggak ada rasa, kan nggak enak juga menghiburnya. Bukan maksudnya saya mau mengundang sesuatu ya, tapi tidak ada salahnya mengimprovisasikan gerakan tersebut, dan nggak ada salahnya kan. Kecuali kalau goyangannya berlebihan.

    Saya tidak boleh mendidik bangsa Indonesia ini supaya imannya nggak kuat. Semua orang Islam itu kan iman nya kuat, dan kita tidak bisa berpikir karena sosok Jupe, iman seseorang bisa runtuh, moral ini akan runtuh. Karena kalau kita dididik dari kecil begitu kuat agama kita, seperti yang saya bilang tadi, bahwa hidup itu adalah sebuah pilihan. Kalau mau baik, ya baik aja, tapi kalau memang mau bejat, ya bejat aja. Itu kan urusan dia sama Tuhan, dan kita nggak boleh ngukur dosa seseorang, kita ukur diri kita sendiri aja. Di mata Tuhan, itu semua manusia itu sama.

    Kecewa sekali dengan banyaknya pencekalan ini?
    Ya sedih sih, saya selalu berpikir, kenapa harus Jupe? Kenapa aku lagi, aku lagi? Ini namanya pembunuhan karakter. Ini namanya diskriminasi karena dalam UU no 39 tahun 2008 itu, aku rasa Hak Asasi Manusia itu kita bisa kerja di mana saja. Aku kan membayar pajak, aku menyanyi dipotong sepuluh persen untuk pajak. Aku juga bingung kenapa nggak ada bantuan dari pemerintah ketika saya dicekal. Kenapa pencekalan itu nggak untuk para koruptor aja, kenapa kok yang menghibur dengan niat baik malah saya yang kena. Tapi setelah saya telusuri, seperti nya ada unsur politik, ini begini, saya pikir ini hanya pengalihan isu saja.

    Terakhir, dicekal di Malang. Betul?
    Betul, tapi ini aneh. Kenapa kok bisa tiba-tiba dicabut izinnya? Dan lebih aneh nya lagi, ini kan program yang udah lama, udah tiga bulan yang lalu. Memangnya saya gila, udah dibilangin gak boleh pakai baju seksi, tapi masih aja pakai. Kan saya juga gak gila dong, saya juga ngga mau ditimpukin sama orang, saya ngga mau matiin karier saya. Jadi saya pikir mereka sudah memutuskan apa namanya sebuah silaturahmi, pokoknya si Jupe cut aja, dan buat saya itu adalah hal yang sangat menyedihkan buat saya.

    Yah aku yakin banyak sekali di luar sana yang mencintai aku apa adanya. Aku bisa menyesuaikan diri ke mana aku pergi, aku gak mungkin manggung dengan pakai bikini, kecuali aku ke pantai. Dan mereka tuh ngerti aku tuh orangnya seperti apa. Sebenernya kalau mereka bener-bener nonton saya seperti apa, saya suka ngelawak, saya tuh kalau manggung memang begitu saja, kalau soal pakaian juga masih bisa dibicarakan. Jadi menurut saya, ini sih pemutusan sebelah pihak yang sangat merugikan buat pihak EO-nya, saya juga. Saya bersyukur nggak semua orang Indonesia berpikir saya itu keras kepala, artis yang gak bisa dibilangin. Saya bersyukur sekali bahwa, alhamdulillah banyak yang berpikir kalau saya itu masih bisa dibilangin, masih bisa diterima, dan mereka masih punya hati, open minded, yang mengerti ketika seorang entertainer itu menghibur seperti apa.

    Apa kata keluarga?
    Mama selalu mendoakan, mudah-mudahan pintu rejeki aku terbuka, dan aku pernah bilang sama mama kalau orang jatuh itu pasti akan bangkit. Aku niatnya mau menghibur orang dan nggak bermaksud merusak moral atau apapun. Mama tahu aku seperti apa, dan banyak kalangan juga yang mengerti aku itu tipe orang yang bisa diajak bicara, mempunyai etika, sopan santun. Ya, saya masih punya itu semua. Jadi aku bilang mama nggak usah khawatir, kalau pintu ini tertutup pasti ada pintu lain.

    Kejadian ini menjatuhkan mental Jupe?
    Aku harus tetap tegar, karena kalau nggak tegar, udah lah selesai aja hidup ini. Karena dalam hidup itu nggak mungkin selalu enak, pasti kita juga akan mendapatkan cobaan. Orang lain ingin melihat bagaimana kita menyelesaikan masalah hidup. Buat saya sih ini pelajaran hidup dan mudah mudahan saya dapat nilai bagus untuk level berikutnya, supaya mengerti kalau hidup itu indah.

    Tentang rencana pernikahan kamu dan Gaston?
    Iya, aku seneng banget kalau mama ngasih izin untuk aku nikah sama Gaston, seneng banget, berarti tinggal tunggu tanggal mainnya aja.

    Konsepnya?
    Pesta aja sih, party for fun, yang pastinya mengenang hari kebahagiaan kita berdua. Kita celebrate sama keluarga Gaston yang akan hadir, temen-temen, ya udah itu aja.

    Papa udah kasih lampu hijau?
    Iya, aku seneng pastinya papa aku kasih restu. Tapi ini sih bisa nggak jadi lagi gara-gara mereka berantem ini. Dalam hidup itu kita gak bisa menyenangkan semua orang, tapi kalau kita punya intelektual, kita harus punya sebuah perbedaan itu dengan akal sehat, dengan keindahan dan dengan sopan santun. Saya sangat menghargai perbedaan tersebut dan saya sangat menghargai ketika orang bilang aku nggak boleh nikah karena kita beda agama, saya sangat hargai itu. Saya akan pertimbangkan lagi dengan Gaston, apakah yang terbaik nantinya, jujur saya senang sekali diperhatikan. Nanti akan saya cari solusi, saya akan berbicara dengan Gaston, baiknya seperti apa. Kita akan tetap menikah di Australia atau di Indonesia atau bagaimana. Nanti setelah saya bicara dengan orang tua saya, orang tua Gaston, nanti saya akan kabarin, apakah saya menikah di Australia atau di Indonesia.

    Bagaimana dengan keluarga Gaston?
    Mamanya memang cinta banget sama Gaston. Aku salut banget, mereka tuh kekeluargaannya erat banget. Papa dan mamanya Gaston cinta banget sama aku apalagi kakaknya yang perempuan, Silvia, dia selalu nanya kapan kita nikah dan punya anak. Yah, berbeda lah dengan keluarga aku yang fenomenal, yang dahsyat sekali.

    Harapan Jupe?
    Buat rakyat Indonesia, buat penggemar Jupe, doain Jupe, mudah mudahan pernikahan ini menjadi pernikahan yang indah, yang bisa Jupe kenang sampai Jupe menutup mata, sampai aku punya anak, aku mau punya anak 12. Doain Jupe juga, mudah mudahan karir aku juga tambah lancar, dan kesehatan lebih baik, mudah mudahan Jupe menjadi sosok entertainer yang bermanfaat buat bangsa Indonesia dan menghibur pastinya, amin. (kpl/ben/dew)

KATA JUPE TENTANG...

    Seksi: Seksi itu Jupe, elegan dan smart

    Alay: Alay itu kampungan dan norak

    Lebay: Berlebihan

    Sex: Oh yes, hahahahaha. Sex didasari oleh cinta, dan pernikahan

    Sehat: Stamina yang baik

    Blackberry: Adiktif

    David Beckham: Gaston Castanyo dong

    Cekal: Ngga masuk akal. Seyogyanya seorang penghibur itu pasti sudah tahu batasan batasan, dan punya intelektual tinggi. Pencekalan yang saya rasakan itu mengada-ada.

PROFIL JUPE
Nama asli: Yuli Rahmawati
TTL: Jakarta, 15 Juli 1980
Tinggi: 160 cm
Berat: 48 kg
Ukuran sepatu: 36
Ukuran celana: 26-27
Ukuran bra: 36DD (buseeettt)
Hobby: Kerja, bikin orang senang
Phobia: Ular
Aktris/Aktor favorit: Al Pacino, Christine Hakim, Julia Roberts, Angelina Jolie
Band/Musisi favorit: Lady GaGa, Beyonce, Jennifer Lopez, Justin Bieber, DJ Tiesto
Film favorit: TITANIC, SCARFACE | Baca detail profilnya...

Mengakhiri tahun 2011, Jupe rilis video klip Jupe Paling Suka, yang juga menggaet sang kekasih, Gaston Castanyo sebagai modelnya.



sumber

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar